PENGKHIANATAN YANG BERUJUNG KEMATIAN PART I
Cerpen Karya Marini Netti Pattiani
Aku belajar arti sebuah kesetiaan dari pengkhianatanmu.
Aku belajar arti kejujuran dari kebohonganmu.
Aku belajar arti kasih sayang yang tulus dari fatamorgana cintamu.
Aku belajar arti sebuah senyum dari luka yang kau goreskan untukku.
Aku tahu kau tak mencintaiku. Tapi aku lebih baik mencintai dan terluka, daripada bersembunyi di balik ketakutan dalam hidup tanpa cinta. Karena cinta memang tidak menjamin kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa cinta
Namaku Tiara Putri Pratama. Aku adalah siswi kelas 3 SMA. Aku bersekolah di salah satu SMA terfavorit di kotaku. SMA Tunas Harapan Jakarta. Yah itulah nama sekolahku. Aku adalah murid kelas 3 jurusan IPA. Disekolah aku bukanlah siswa yang terlalu pintar, aku biasa-biasa saja. Aku anak bungsu dari dua bersaudara. Aku memiliki seorang kakak laki-laki yang sangat sayang sama aku. Aku dan kakakku memiliki perbedaan umur yang sangat jauh. Kami berbeda sepuluh tahun. Saat ini aku berusia 17 tahun dan kakakku 27 tahun. Karena perbedaan umur yang cukup jauh ini yang membuat aku sangat di sayang sama kakakku. Aku juga memiliki papa dan mama yang sangat sayang sama aku. Papaku namanya Christian Pratama, mamaku namanya Christyn, kakakku namanya Brayen Anugrah Pratama. Aku sangat beruntung memiliki orang-orang yang luar biasa yang sangat sayang sama aku.
Aku belajar arti sebuah kesetiaan dari pengkhianatanmu.
Aku belajar arti kejujuran dari kebohonganmu.
Aku belajar arti kasih sayang yang tulus dari fatamorgana cintamu.
Aku belajar arti sebuah senyum dari luka yang kau goreskan untukku.
Aku tahu kau tak mencintaiku. Tapi aku lebih baik mencintai dan terluka, daripada bersembunyi di balik ketakutan dalam hidup tanpa cinta. Karena cinta memang tidak menjamin kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa cinta
Namaku Tiara Putri Pratama. Aku adalah siswi kelas 3 SMA. Aku bersekolah di salah satu SMA terfavorit di kotaku. SMA Tunas Harapan Jakarta. Yah itulah nama sekolahku. Aku adalah murid kelas 3 jurusan IPA. Disekolah aku bukanlah siswa yang terlalu pintar, aku biasa-biasa saja. Aku anak bungsu dari dua bersaudara. Aku memiliki seorang kakak laki-laki yang sangat sayang sama aku. Aku dan kakakku memiliki perbedaan umur yang sangat jauh. Kami berbeda sepuluh tahun. Saat ini aku berusia 17 tahun dan kakakku 27 tahun. Karena perbedaan umur yang cukup jauh ini yang membuat aku sangat di sayang sama kakakku. Aku juga memiliki papa dan mama yang sangat sayang sama aku. Papaku namanya Christian Pratama, mamaku namanya Christyn, kakakku namanya Brayen Anugrah Pratama. Aku sangat beruntung memiliki orang-orang yang luar biasa yang sangat sayang sama aku.
Aku juga memiliki seorang pacar. Biasalah namanya juga ABG. Pacarku namanya Bryan Angelo Putra Wijaya dan biasanya dipanggil Brian. Brian, siswa kelas 3 jurusan IPS yang bersekolah di SMAN 78 Jakarta. Bryan itu anaknya baik, sopan, penyayang, udah gitu orangnya cool abis deh. Maklumlah keturunan Manado Cina gitu loh....
Bryan itu idola para cewek-cewek disekolahnya, dan tak jarang banyak cewek yang selalu cemburu kalau ngeliat aku lagi berduaan sama Bryan. Aku sih santai-santai aja, kan dia pacarnya aku jadi terserah aku mau ngapain sama Bryan. Emang gue pikirin ?
Walaupun aku baru enam bulan pacaran sama Bryan, aku rasa dia orang yang baik dan sejauh ini cukup setia untuk ukuran cowok-cowok zaman sekarang.
Tak pernah terlintas dalam pikiranku kalau suatu saat nanti Bryan bakalan mengkhianati aku. soalnya selama pacaran sama aku, dia nggak pernah ngejar-ngejar ataupun ngedeketin cewek lain. Dia selalu setia sama aku.
Menurut aku Bryan orangnya juga cukup romantis. Buktinya waktu aku ulang tahun yang ke-17 dia memberi kejutan untuk aku dengan menghiasi taman belakang sekolah dengan mawar berwarna merah yang membentuk kalimat “ Happy birthday Tiara I LOVE YOU.” Oh Tuhan, so sweet banget deh pokoknya. Dia juga setiap kali ketemu sama aku, kata yang akan dia ucapkan akan selalu sama yaitu “I Love you honey.” Pokoknya romantis banget deh. Bukan hanya itu aja, setiap smsan,BBMan pasti selalu ada kata itu. Setiap membaca kata itu, aku selalu berkata dalam hati “makasih Tuhan, udah ngasih Brian buat aku. aku sayang banget sama dia.” Yah, walaupun baru enam bulan pacaran aku itu udah sayang banget sama dia. Aku nggak bisa kalau hari-hariku dilewatkan begitu saja tanpa dia, apalagi kalau lagi marahan aku nggak bisa terlalu lama marahan sama dia soalnya aku nggak tega ngeliat dia murung terus .
***
Tapi, semua yang aku pikirkan kalau Bryan nggak bakalan mengkhianati, kalau dia nggak bakalan nyakitin aku itu semuanya salah besar. Ternyata Bryan mengkhianati aku. Dia berani berselingkuh dibelakang aku yang selama ini setia sama dia. Dia selingkuh dengan teman sekolahnya.
Awalnya aku selalu percaya aja sama dia kalau dia nggak ngeduain aku. aku selalu percaya sama dia kalau aku sms atau BBM dan dia balas kalau lagi ngerjain tugas atau lagi sibuk ngerjain urusan-urusannya. Aku nggak pernah kepikiran kalau semua yang dia omongin itu ternyata hanya bohong. Aku selalu percaya sama dia karena aku sayang sama dia. Tapi suatu hari waktu aku membuka akun facebookku dan mencari nama akun facebooknya Bryan, aku menemukan sebuah status yang bertuliskan “Here without you-BryanAngelo.” Dan yang membuat aku penasaran adalah siapa orang yang membuat status ini. Dan ternyata orangnya adalah ANANDA SYENHA, orang yang pernah aku tanyakan pada Bryan siapa sebenarnya dia itu. Tapi, Brian selalu saja menjawab bahwa cewek yang bernama Syenha itu hanyalah teman sekolahnya. Saat Bryan berkata seperti itu, aku sempat curiga karena menurutku kalau benar mereka hanya teman biasa kenapa sampai banyak foto-foto mesra mereka berdua yang di upload di facebook ?
Kecurigaanku semakin bertambah kuat karena aku merasa bahwa akhir-akhir ini sikapnya Bryan berubah bukan seperti Bryan yang aku yang kenal dulu. Dia mulai jarang membalas smsku, BBM, e-mail dan pesan yang aku kirim melalui facebook.
***
Suatu sore saat pulang sekolah, aku kembali membuka akun facebookku. Aku kembali mencari akun facebook Bryan Angelo. Setelah aku menemukan nama yang aku cari, aku segera mengarahkan anak panah pada nama yang dicari dan membukanya. Saat melihat akun facebook Syenha, aku sangat terkejut saat melihat foto profil Syenha yang sedang dipeluk oleh Bryan. Saat itu juga aku langsung membuka akun facebook milik Syenha untuk melihat secara jelas apakah benar itu foto mereka berdua ? Setelah fotonya tampil di layar laptopku, aku sangat terpukul karena melihat sesuatu yang sangat-sangat menyakitkan buatku. Pacarku memeluk orang lain yang selalu dia bilang itu hanyalah temannya. Saat itu juga air mataku jatuh dan membasahi pipiku. Aku menangis terisak-isak karena meresakan sakit hati yang luar biasa. Sakit hatiku bertambah karena orang yang selama ini aku sayangi dengan hati yang tulus, selalu setia padanya, dan selalu percaya sama dia ternyata mengecewakan aku dengan cara seperti ini. sepuluh menit saat melihat foto itu, aku langsung menutup akun facebookku dan menelpon Bryan.
Sesaat kemudian telponku tersambung dengan Bryan. Di seberang sana Bryan menyapaku “hai sayang” “ha...haii juga” balasku dengan suara yang putus-putus. “ Kamu kenapa ? Kamu nangis ya ? “ tanya Bryan “Aku nggak papa kok. Aku pengen ketemu kamu di taman dekat rumah jam tujuh nanti. Nggak usah jemput aku biar nanti aku pergi sendiri.” “Loh kenapa aku nggak boleh jemput kamu ? “ tanya Bryan heran dengan permintaanku “ Nggak kenapa-kenapa kok, aku nggak mau aja ngerepotin kamu. Ya udah yah aku tunggu jam tujuh di taman. Bye.” “Loh kok gitu sih ?” Tanpa menjawab pertanyaan Bryan, aku langsung memutuskan sambungan telponku dengannya. Sebenarnya aku masih pengen mendengar suaranya Bryan, tapi aku takut dia akan tahu kalo aku sedang menangis.
Waktu terus berputar dan tak terasa sudah pukul 18.00. Aku memutuskan untuk segera bersiap-siap untuk menemui Bryan di tempat yang aku beritahukan tadi lewat telpon. Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian kurang lebi25 menit, pukul 18.30 aku berangkat ke taman tersebut. Disana, aku menunggu Bryan cukup lama. 19.05, Bryan akhirnya datang juga. “Hai sayang, udah lama ya ? Sorry telat, soalnya tadi habis nganterin mama ke supermarket”. (Sambil tersenyum), “oh iya gak papa, aku juga baru dateng 30 menit yang lalu.” “Aduh sayang, maafin aku yah.” Katanya dengan raut wajah yang seakan tak bersalah. “iya gak papa, santai aja kali. Gue juga ngeri kok kalo lho baru habis nganterin pacar baru lho itu kan ? Siapa namanya ? Syenha yah ? iya kan namanya syenha ?” kataku dengan sapaan lho gue yang gak pernah aku ucapin saat bersama Bryan.
“Pacar baru ? Siapa maksudnya ? Terus kenapa kamu bilang Syenha pacar baruku ? Aku gak ngerti.”
“Iyalah pacar baru ! Ya siapa lagi kalo bukan Syenha ? Jangan pura-pura gak ngerti deh, gue udah tahu semuanya.”
“Kamu ngomong apa sih ? Aku makin gak ngerti deh sama kamu”
“Hahaha, gak ngerti atau pura-pura gak ngerti lho ? Gak usah pura-pura deh lho Bryan. Gue udah tahu semuanya. Lho tega ya khianatin gue. Gue kirain lho cowok yang setia yang punya satu cewek. Emang sih satu tapi, satu disana, satu disitu, satu disini. Jadinya banyak juga yah.”
“Maksud kamu apa sih ?”
“Alah udah deh Bryan, ngaku aja kaliiii gak papa kok. Buaya lho”
“Ra, sumpah aku gak seperti apa yang kamu bilang. Aku gak selingkuh sama syenha. Kan aku udah bilang sama kamu kalo syenha itu cuman temen sekeloah aku dan gak lebih dari itu.”
Air mataku perlahan mulai mengalir dipipi. Semakin banyak, semakin banyak dan semakin banyak hingga nafasku menjadi terengah-engah dan susah bicara. Bryan menghampiriku dan memeluk aku dan bertanya “Hei, kamu kenapa nangis ? Apa yang sebenarnya terjadi ?”
Aku langsung melepaskan diri dari pelukan Bryan dan menjawab pertanyaannya “Apa kurang jelas semua yang aku bilang tadi ? Kamu itu penghianat Bryan. Kamu jahat ! Kamu udah menghianati kesetiaanku. Kenapa kamu lakuin itu ? Apa aku pernah melakukan apa yang sekarang kamu lakuin sama aku ? Ha ? Jawab Bryan !”
(Bryan memelukku) “Hei . Tiara sayang, dengerin aku. Aku gak bohong, aku gak selingkuh sama syenha. Dia itu hanya temen biasa.” (Sambil terus menangis terisak-isak) “Temen biasa kamu bilang Yan ? Temen biasa apaan yang mesra-mesraan dan mempublikasikannya di dunia maya Bryan ? Kamu udah gak usah bohong lagi Bryan, aku udah ngeliat semuanya dengan mata kepalaku sendiri. Kamu ngianatin aku. Kamu mesra-mesraan sama orang lain, sedangkan aku pacar kamu gak pernah kamu gituin. Gak pernah foto sambil peluk-pelukan dan mempublikasikan ke orang banyak.” Ucapku dengan nada suara yang meninggi.
Bryan mengajakku duduk di kursi taman “ Sini, duduk dulu. kamu dengerin aku. Aku gak pernah menghianati kamu dan cinta kita. Kamu ingat kan kalo kita pernah janji kalo kita gak bakalan menghianati satu sama lain ? Ingat kan ? Kenapa sekarang kamu bilang aku menghianati cinta kita ?”(melepaskan pelukan Brian)
“Aku ingat itu, aku ingat janji itu dan aku gak pernah melanggarnya. Tapi kamu, kamu melanggar janji itu Bryan. Seribu kali kamu bilang gak pun aku udah gak percaya lagi sama kamu. Kamu bener-bener udah ngecewain aku. aku nyesel udah percaya sama mulut manis kamu itu. Sekarang terserah kamu mau bilang apa, aku udah gak peduli lagi. Mulai saat ini juga kita putus ! Hapus semua sms,bbm,e-mail yang pernah aku kirim buat kamu, hapus nomor hpku, semua foto kita, blokir aku dari fbmu dan lupain semua yang pernah terjadi di antara kita. Anggap saja kita gak pernah ketemu dan gak pernah kenal.”
“Tiara, kamu gak bisa gitu. Pokoknya aku gak mau putus dari kamu.”
“Gak bisa gimana ? Udah jelas semuanya yan.”
“Apanya yang udah jelas Ra ?”
“Ya udah jelas kalo kamu sama si syenha atau siapalah namanya itu selingkuh. Anak Tk juga tahu kalo kalian itu selingkuh. Udahlah gak usah ngebela diri.” Kataku dan beranjak meninggalkan Bryan. Tapi belum sempat aku berjalan, Bryan menarik tanganku dan menghentikan langkahku.
“Tunggu dulu Ra, aku bisa jelasin semuanya.”
“Udahlah Bryan, gak ada yang perlu dijelasin lagi kok semuanya udah jelas banget. Oh ya, thanks yah yan buat semuanya .”
“Makasih buat apa Ra ?”
“Thanks for all that you have given to me over the years. thanks've never stopped my heart and become a part of my life for six months. thanks for your affection, your attention. I will not forget all that. Now it's all over and can not be repeated again. you may still be the best for your new girlfriend's. I love you Bryan.” kataku pada Bryan sambil menangis
“This all is not over, baby. I'm sorry I disappoint you. I promise not to repeat it again. I love you too Tiara.”
“Gak Bryan, ini semua sudah berakhir. Aku mohon sama kamu jagain dia baik-baik dan cukup aku yang ngerasain ini semua. Maaf, aku harus pergi.”
Saat itu juga aku pergi meninggalkan Bryan dan semua kenangan yang pernah kita lewati bersama.
***
Sejak kata putus itu terucap, aku sudah tidak pernah lagi menghubungi Bryan lagi walapun Bryan terus berusaha untuk menghubungi aku dan mencari tahu tentang keadaanku. Aku ingin melupakan semua yang pernah terjadi antara aku dan Bryan. Aku ingin belajar merelakannya untuk orang yang lebih pantas untuknya, karena aku yakin Tuhan gak menciptakan Bryan untuk aku.
Saat putus dengan Bryan aku mulai sering melamun dan menjadi anak yang cengeng. Papa dan mamaku paham dengan apa yang sedang aku rasakan tapi itu tak berlaku pada kakakku. Ia ingin sekali memukuli orang yang sudah berani membuat aku sakit hati sampai aku menjadi seperti ini. Tapi aku gak mau itu terjadi karena aku gak mau orang yang aku sayang terluka.
Aku terus menjadi anak yang pendiam dan cengeng hingga aku mengalami sakit yang cukup serius karena aku tidak mau makan sehingga aku mengidap sakit lambung kronis yang sebenarnya sakit ini sudah lama aku alami. Dan sakit ini menjadi semakin parah karena aku tidak pernah makan.
Pada saat itu, saat sakit itu kembali dalam tubuhku aku langsung dibawa ke rumah sakit. Disana aku mendapatkan perawaatan yang cukup intensif. Dan yang aku dengar saat pembicaraan orang tuaku dengan dokter di ruang UGD kata dokter “ untung bapak dan ibu segera membawa Tiara kesini, kalau tidak saya sudah tidak tahu apa yang akan terjadi pada Tiara.” Mendengar apa yang dikatakan oleh dokter yang sudah sering menangani aku, mamaku menangis.
Belum ada Komentar untuk "PENGKHIANATAN YANG BERUJUNG KEMATIAN PART I"
Posting Komentar